Banten

Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan

Abdurahman | 5 Oktober 2026, 01:02 WIB
Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan
Komisi III DPR mengunjungi rumah Kapolri Suyudi Ario Seto setelah pelantikan. Kunjungan tersebut diklaim Komisi III DPR sebagai tradisi setiap pergantian Kapolri (Foto:Kompas.com)

AKURAT BANTEN– Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto baru saja resmi dilantik, tetapi perhatian terhadap kepemimpinannya langsung mengemuka.

Belum lama menduduki kursi orang nomor satu di Korps Bhayangkara, Suyudi sudah mendapat kunjungan dari jajaran Komisi III DPR RI.

Yang menarik, kunjungan tersebut dilakukan langsung ke kediaman Suyudi.

Pertemuan ini memang disebut sebagai bagian dari tradisi Komisi III DPR setiap kali terjadi pergantian Kapolri. Namun, ada sejumlah pesan penting yang ikut muncul dalam pertemuan tersebut.

Salah satunya mengenai keluhan terhadap perilaku sejumlah oknum pejabat Polri yang dinilai arogan.

Lantas, ada apa di balik kunjungan Komisi III DPR ke rumah Kapolri Suyudi?

Baca Juga: Geger! Guru ICM Serpong Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Dugaan Child Grooming Terungkap

Komisi III DPR Sambangi Rumah Kapolri Suyudi

Kunjungan Komisi III DPR ke kediaman Suyudi berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman bersama sejumlah anggota Komisi III hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan ucapan selamat kepada Suyudi yang baru dipercaya memimpin Polri.

Habiburokhman menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan tradisi yang dilakukan Komisi III setiap kali terjadi pergantian Kapolri.

Dengan demikian, kedatangan anggota DPR ke rumah Suyudi bukan semata-mata agenda politik, melainkan juga bentuk komunikasi awal antara lembaga pengawas dengan pimpinan baru Polri.

Namun, pembicaraan dalam pertemuan tersebut ternyata tidak hanya berisi ucapan selamat.

Ada sejumlah harapan dan catatan yang disampaikan kepada Suyudi.

Baca Juga: Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya

Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan

Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah adanya keluhan mengenai perilaku oknum pejabat Polri yang dinilai arogan.

Keluhan tersebut menjadi catatan penting di tengah dimulainya kepemimpinan baru Suyudi.

Persoalan sikap aparat memang menjadi isu sensitif bagi institusi kepolisian.

Sebab, bagi masyarakat, citra Polri tidak hanya dibentuk oleh kebijakan Kapolri di tingkat pusat, tetapi juga oleh perilaku setiap anggota ketika berhadapan langsung dengan warga.

Sikap aparat saat menerima laporan, menangani persoalan hukum, memberikan pelayanan hingga merespons kritik masyarakat ikut menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap kepolisian.

Kepemimpinan baru Polri kini menghadapi tantangan yang tidak ringan: membangun institusi yang tegas dalam penegakan hukum, tetapi tetap humanis dan tidak menunjukkan sikap arogan kepada masyarakat.

Pesan tersebut menjadi semakin penting karena Suyudi sejak awal membawa gagasan agar polisi semakin dekat dengan masyarakat.

Baca Juga: Gibran Bisa Tergusur? Nama Mayor Teddy Muncul sebagai Kandidat Pendamping Prabowo di 2029

Suyudi Bawa Konsep 'Polisi Sahabat Masyarakat'

Suyudi menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsep “Polisi Sahabat Masyarakat.”

Konsep tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap institusi kepolisian.

Polisi tidak hanya dituntut mampu menegakkan hukum, tetapi juga harus hadir memberikan rasa aman dan pelayanan yang baik.

Di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan ruang untuk menyampaikan kritik terhadap kinerja kepolisian.

Karena itu, sikap aparat di lapangan menjadi salah satu ujian penting bagi kepemimpinan Suyudi.

Slogan “Polisi Sahabat Masyarakat” pada akhirnya akan dinilai bukan dari seberapa sering diucapkan, melainkan dari seberapa nyata masyarakat merasakan perubahan dalam pelayanan kepolisian.

Baca Juga: Bukan Jabatan Biasa! Listyo Sigit dan Dedi Prasetyo Dapat Bintang Mahaputera dari Prabowo

Baru Dilantik, Suyudi Langsung Menghadapi Ekspektasi Tinggi

Suyudi Ario Seto resmi menjadi Kapolri setelah sebelumnya mendapat persetujuan DPR.

Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya memimpin Korps Bhayangkara.

Sebelum dipercaya menjadi Kapolri, Suyudi memiliki pengalaman panjang di kepolisian dan terakhir menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kini, tanggung jawabnya jauh lebih besar.

Sebagai Kapolri, Suyudi harus memastikan seluruh jajaran Polri bergerak dalam satu arah, termasuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Terlebih, persoalan mengenai perilaku oknum aparat menjadi salah satu hal yang terus mendapat perhatian publik.

Karena itu, pesan yang disampaikan Komisi III DPR dalam kunjungan tersebut menjadi relevan dengan tantangan yang sedang dihadapi Suyudi.

Baca Juga: Prabowo Pilih Suyudi Jadi Kapolri, Bukan Sembarangan! Ini Rekam Jejak yang Jadi Sorotan

Bukan Hanya Soal Arogansi, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Persoalan perilaku aparat sebenarnya bukan perkara kecil.

Ketika masyarakat merasa diperlakukan tidak adil atau tidak mendapatkan pelayanan yang baik, dampaknya bisa meluas menjadi persoalan kepercayaan terhadap institusi.

Sebaliknya, ketika polisi mampu memberikan pelayanan secara profesional, transparan dan humanis, kepercayaan masyarakat dapat tumbuh.

Di sinilah kepemimpinan Suyudi akan diuji.

Ia bukan hanya harus menjaga soliditas internal Polri, tetapi juga memastikan pesan tentang perubahan benar-benar sampai ke tingkat paling bawah.

Komisi III DPR sebagai mitra kerja sekaligus lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap bidang hukum dan keamanan tentu akan terus memperhatikan kinerja Polri di bawah kepemimpinan baru tersebut.

Baca Juga: Rocky Gerung Resmi Masuk Lingkaran Prabowo, Ternyata Segini Gaji dan Tugas Barunya

Tantangan Suyudi Baru Dimulai

Setelah resmi memimpin Polri, pekerjaan besar Suyudi kini menanti.

Konsolidasi internal, peningkatan profesionalisme aparat, penegakan hukum yang berkeadilan hingga membangun kembali kepercayaan masyarakat akan menjadi bagian dari tantangan tersebut.

Kunjungan Komisi III DPR ke kediamannya menjadi salah satu komunikasi awal dalam perjalanan kepemimpinannya.

Namun, setelah agenda silaturahmi selesai, pembuktian sebenarnya berada di lapangan.

Masyarakat akan menunggu apakah konsep “Polisi Sahabat Masyarakat” benar-benar diwujudkan.

Masyarakat juga akan melihat bagaimana Suyudi merespons persoalan perilaku oknum aparat yang selama ini menjadi sorotan.

Kini bola berada di tangan Kapolri Suyudi: mampukah ia menjadikan kritik sebagai bahan pembenahan dan memastikan wajah Polri semakin dekat, profesional, serta bersahabat dengan masyarakat?

Jawabannya tentu tidak cukup melalui pernyataan.

Kinerja jajaran Polri di lapanganlah yang pada akhirnya akan menjadi ukuran.

Kepemimpinan Suyudi baru saja dimulai, tetapi ekspektasi publik sudah terlanjur tinggi. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman